
Senin, 11 November 2024, halaman sekolah sekaligus area parkir Masjid Mujahidin menjadi saksi aksi teatrikal epik yang menggetarkan hati.
Dengan latar Masjid Mujahidin yang penuh sejarah, drama ini mengangkat kembali heroisme Arek-Arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 10 November 1945. Perjuangan mereka yang tak kenal lelah disuguhkan dalam alur flashback yang menghubungkan masa kini dengan masa lampau.
Drama dibuka dengan adegan keluarga yang akrab berkumpul di kediaman mereka pada tahun 2024.
Abiasa (Ayah), Humaira (Ibu), Faiz (Kakak), dan Hilmy (Adik, kelas 5 SD) berdialog ringan, namun hangat, tentang Hari Pahlawan.

Ketika pertanyaan mengemuka tentang peristiwa heroik itu, sang Ibu mengisahkan dengan penuh makna, membawa anak-anaknya (dan para penonton) mundur ke sekitar November tahun 1945.
Sorotan pertama mengarah ke suasana pasar yang damai, dengan Lailatul dan Ainur (penjual sayur), serta Firen dan Hikmah (penjual jamu), menjajakan dagangan mereka.
Tiba-tiba, bendera Belanda berkibar mengganggu suasana, menandai awal konflik.
Brigadir Jenderal Mallaby (diperankan Yahya) muncul diiringi ajudannya, Radika, namun ketegangan terus meningkat hingga pecahnya baku tembak yang menewaskan Mallaby.
Ketegangan semakin nyata saat gencatan senjata pecah, dan suara lantang Soedirman (Andaru) mengobarkan semangat juang para arek Suroboyo.
Diperankan dengan penuh emosi, aksi Galih, Izzat, Iffat, Fani, dan Alvya sebagai pejuang Surabaya semakin membakar semangat nasionalisme di antara penonton.
Dalam kejadian ini, penonton bisa melihat dengan jelas pergulatan hati antara Mayjen Robert Mansergh (Arya) yang memerintah pasukan sekutu, wartawan (Milla) yang mengabadikan momen, hingga narasi yang disampaikan Juwita dengan suara yang jelas dan menggetarkan.
Adegan klimaks, yang menggambarkan heroisme para pejuang Indonesia melawan sekutu, berhasil membawa penonton pada pertempuran ikonik yang masih terkenang hingga kini.
Aksi teatrikal ini berhasil bukan hanya menghibur, tapi juga menginspirasi. Semua tokoh, mulai dari tokoh utama hingga peran pendukung, menampilkan dedikasi penuh yang membuat sejarah hidup kembali di mata para penonton.
Gimana adik-adik SMP, MTs, PKBM, pondokan sederajat maupun adik-adik yang masih tingkat Sekolah Dasar, rugi ‘kan gak DAFTAR jadi keluarga Mujahidin ? Yang klas IX DAFTAR sekarang. Kuota terbatas, tas tas !
Pemenang Doorprize


Semamgat siswa dan siswi SMA Mujahidin untuk mencapai cita – cita menegakan kebenaran di manapun berada
Semamgat dalam peringatan hari Pahlawan 2024 siswa dan siswi SMA Mujahidin untuk mencapai cita – cita menegakan kebenaran di manapun berada